Apa itu Kas (Cash) dan 5 Perusahaan di Bursa dengan Cadangan Kas Terbesar

Apa itu Kas (Cash) dan 5 Perusahaan di Bursa dengan Cadangan Kas Terbesar

Kamu pasti sudah tidak asing mendengar tentang kas. Cash atau kas artinya tunai atau dibayar secara langsung tanpa berutang. Namun, kas memiliki arti yang lebih luas lagi dalam dunia akuntansi. Kas merupakan salah satu kelompok aset yang sifatnya paling liquid (lancar). Semakin besar nominalnya, maka semakin liquid.

Pengertian Kas

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), kas adalah sebuah investasi yang dapat bersifat sangat liquid, memiliki jangka pendek dan dapat dengan cepat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko atas perubahan nilai yang signifikan. Lebih lanjut, IAI menyebutkan bahwa kas terdiri dari saldo kas (cash on hand), rekening giro atau setara kas. Dengan arti lain, kas merupakan aktiva perusahaan yang berbentuk uang tunai (uang kertas, uang logam, wesel, cek dan lainnya) yang dipegang oleh perusahaan ataupun disimpan di bank dan dapat digunakan untuk kegiatan umum perusahaan.

Karakteristik Kas

Untuk membedakan kas dengan aset lain, Anda dapat melihatnya dengan memahami karakteristik atau ciri-ciri kas. Berikut ini karakteristik kas yang harus Anda ketahui:

  • Aset perusahaan yang paling liquid.
  • Standar pertukaran yang paling umum.
  • Dapat menjadi basis perhitungan dan pengukuran.

Jenis-Jenis Kas

Seperti yang telah disinggung di atas, kas dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Adapun pembagian tersebut bertujuan untuk mempermudah pengawasan dan proses pemeriksaaan yang berhubungan dengan distribusi dari aliran kas. Anda dapat menemukan pembagian kas ini pada buku besar perusahaan. Sementara, jika Anda melihat laporan keuangannya kas sudah dijadikan menjadi satu secara umum sehingga pengguna laporan keuangan yang masih awam dengan akuntansi dapat lebih mudah untuk memahaminya.

1. Petty Cash (Kas Kecil)

Kas kecil adalah kas berupa uang yang disediakan oleh perusahaan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis jika dibayarkan dengan menggunakan cek.

2. Kas di Bank

Kas di bank adalah uang perusahaan yang berada di rekening suatu bank. Biasanya digunakan untuk pengeluaran yang jumlahnya relatif besar dan tidak mungkin diberikan secara langsung dalam transaksi karena jumlah nya yang besar dan rawan dari segi keamanannya. Kas di bank ini selalu berhubungan dengan rekening koran dari bank untuk perusahaan.

5 Perusahaan di Bursa dengan Cadangan Kas Terbesar

Perusahaan Gas Negara $PGAS

Setelah definisi dan penjelasan tentang kas diatas, kita tahu bahwa semakin banyak Perusahaan memiliki aset berupa kas maka semakin liquid aset perusahaan tersebut, dimana hal ini sangatlah baik terlebih disaat krisis seperti sekarang ini. Aset Liquid seperti Kas Perusahaan dapat paling mudah dan cepat digunakan untuk melakukan Manuver dalam menjalankan bisnis.

Berikut 10 Perusahaan dengan Cadangan Kas Terbesar di Bursa Saham (IHSG) per tanggal 14 Juni 2020 menurut data Stockbit :

1. Astra International Tbk. – 29,251 Trilyun

PT Astra International Tbk bergerak di 6 bidang usaha yaitu perdagangan umum, perindustrian, jasa pertambangan, pengangkutan, pertanian, pembangunan dan jasa konsultasi. Ruang lingkup kegiatan utama entitas anak, hingga tahun 2017, Astra telah mengembangkan bisnisnya dengan menerapkan model bisnis yang berbasis sinergi dan terdiversifikasi pada tujuh segmen usaha, terdiri dari: 1) Otomotif, 2) Jasa Keuangan, 3) Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi, 4) Agribisnis, 5) Infrastruktur dan Logistik, 6) Teknologi Informasi dan 7) Properti.Pada akhir tahun 2017, kegiatan operasional bisnis yang tersebar di seluruh Indonesia dikelola melalui 212 anak perusahaan, ventura bersama dan entitas asosiasi.

2. Bank Mandiri (Persero) Tbk. – 24,909 Trilyun

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI merupakan bank BUMN yang melakukan usaha di bidang perbankan. Entitas anak Perseroan diantaranya: PT Bank Syariah Mandiri (perbankkan syariah), Bank Mandiri (Europe) Limited (perbankan), PT Mandiri Sekuritas (Sekuritas), PT Bank Sinar Harapan Bali (perbankan), PT Mandiri Tunas Finance (pembiayaan konsumen), Mandiri Internasional Remittance Sendirian Berhad (layanan Remittance), PT Axa Mandiri Financial Service (Asuransi jiwa) dan PT Mandiri AXA General Insurance (Asuransi kerugian). Entitas asosiasi dan pengendalian bersama Perseroan: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (Lembaga Penyelesaian Efek), PT Bapindo Bumi Sekuritas (Investasi), PT Sarana Bersama Pengembangan Indonesia (Investasi) dan Westech Electronics, Singapore (Perdagangan dan eceran). Perseroan memiliki produk dan layanan berupa: Wholesale Banking, export and import advisory dan retail banking. Perseroan memiliki jumlah cabang 2.312, jumlah ATM 15.444 dan jumlah ATM link 47.323. Perseroan juga memiliki 8 kantor cabang luar negeri/perwakilan.

3. Bank Central Asia Tbk. – 24,014 Trilyun

PT Bank Central Asia Tbk. atau BBCA dalam bidang usaha bank umum. Anak perusahaan diantaranya: PT BCA Finance (Pembiayaan Konsumen, Sewa Guna Usaha dan Anjak Piutang), BCA Finance Limited (Money Lending- Jasa Pengiriman Uang), PT Bank BCA Syariah (Perbankan Syariah), PT BCA Sekuritas (Penjamin Emisi Efek dan Pialang Perdagangan Saham), dan PT Asuransi Umum BCA (Asuransi Umum atau Asuransi Kerugian).Pada 2017 BCA mendirikan PT Central Capital Ventura (CCV) guna mengikuti inovasi layanan keuangan berbasis digital.Produk dan layanan Perseroan yaitu: produk simpanan, layanan transaksi perbankan, perbankan elektronik, layanan cash management, kartu kredit, bancassurance, produk investasi, fasilitas kredit, Bank garansi, fasilitas ekspor impor dan fasilitas valuta asing. Pada 2017 Jumlah kantor wilayah ada 12 terdiri dari (146 kantor cabang utama, 856 kantor cabang pembantu dan 244 kantor kas) tersebar di seluruh Indonesia, kantor non wilayah (1 kantor cabang utama) dan satu kantor perwakilan di Jakarta pusat.

4. Perusahaan Gas Negara Tbk. – 22,027 Trilyun

Sebagai BUMN yang bergerak di bidang hilir gas bumi, PGN melakukan kegiatan usaha di bidang pengangkutan dan niaga gas bumi. Pada bidang pengangkutan gas bumi, PGN memiliki jaringan pipa transmisi di Provinsi Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau dan Provinsi Jawa Tengah untuk menghubungkan lokasi sumber gas bumi dengan lokasi pengguna akhir gas bumi melalui moda pipa transmisi. Pada bidang niaga gas bumi, PGN membeli gas bumi dari berbagai produsen gas bumi yang kemudian dijual ke berbagai segmen pengguna akhir gas bumi, mulai dari pelanggan rumah tangga, pelanggan komersial, pelanggan industri – manufaktur, pembangkit listrik hingga ke sektor transportasi baik melalui moda pipa distribusi gas, CNG maupun LNG. Untuk mendukung usaha niaga gas bumi, PGN menyediakan berbagai infrastruktur gas bumi yang dilakukan secara terintegrasi untuk menjamin penyaluran gas bumi kepada para pengguna akhir gas bumi memenuhi kualitas produk (komposisi, tekanan, temperatur gas bumi) dan layanan (kontak pelanggan, penanganan gangguan) sesuai standar internasional.

Untuk kepentingan manajemen perusahaan, dalam menjalankan kegiatan usahanya, PGN dan beserta perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam PGN Group membagi 4 (empat) segmen usaha pokok, yaitu: 1. Usaha transmisi dan distribusi gas bumi; 2. Usaha niaga gas bumi; 3. Usaha hulu minyak dan gas bumi; 4. Usaha lainnya, yaitu telekomunikasi, jasa, konstruksi dan pemeliharaan jaringan pipa pengelolaan gedung dan sewa pembiayaan (financial lease). Sejalan dengan strategi bisnis perusahaan, pada tahun 2011 PGN mengembangkan kapabilitas di kegiatan hulu minyak dan gas bumi, serta berdasarkan PSAK No. 5 (direvisi tahun 2009) mengenai segmen usaha operasional dan untuk tujuan penilaian serta pelaporan manajemen. Di tahun 2013 PGN juga melaporkan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi sebagai segmen bisnis perusahaan

5. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. – 20,887 Trilyun

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha perbankan, Bank terbesar di Segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan layanan micro banking terbesar di Indonesia maupun di dunia, Selain fokus pada segmen UMKM, BRI juga terus mengembangkan berbagai produk consumer banking dan layanan institusional bagi masyarakat perkotaan. Melalui layanan e-banking yang didukung oleh 24.684 unit ATM serta 284.426 unit EDC yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, BRI bertekad untuk terus mendukung peningkatan efisiensi kegiatan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kemudahan transaksi nasabah sesuai perkembangan kebutuhan jasa layanan perbankan seluruh lapisan masyarakat Indonesia. BRI mengoperasikan 8 jenjang kantor pelayanan, terdiri dari Kantor Pusat, 19 Kantor Wilayah, 468 Kantor Cabang (termasuk 3 Unit Kerja Luar Negeri), 610 Kantor Cabang Pembantu, 992 Kantor Kas, 5.381 BRI Unit, 2.069 Teras BRI, dan 638 Teras BRI Keliling. Entitas anak: PT Bank BRISyariah Tbk, PT Bank Agroniaga Tbk dan BRIngin Remittance Co. Ltd. entitas asosiasi PT BTMU-BRI Finance.

Bagikan agar Manfaat

About the author

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page
Share on Social Media